Sukses Menyambung Hidup Dengan Proll Tape

Sukses Story (dok.bogasari.com)

Dulu suami kerja dan harus pensiun dini karena sakit. Anak-anak masih pada kecil dan kebutuhan kami banyak. Uang pesangon suami kami gunakan untuk membangun wartel (warung telekomunikasi) dengan nama ‘Purnama Jati’. Tapi usaha kami hanya berjalan 1 tahun, karena HP (handphone) sudah mulai banyak di pasaran,” ucap Firdausi Nirwanawati seraya menitikan air mata mengenang suaminya yang sudah menghadap Sang Pencipta sejak tahun 2010.

Kebangkrutan usaha di awal tahun 2000 itu, tak membuat Firdausi dan almarhum suaminya Agus Supriadi menyerah. Apalagi anak-anaknya masih kecil sehingga perjalanan hidup masih panjang. Tak lama berselang, ibu dari 5 anak ini coba membuatkan makanan proll tape untuk adiknya di Surabaya sebagai oleh-oleh buat bosnya. Resep proll tape ini merupakan warisan nenek mereka. 

Ternyata bos adiknya ketagihan dengan proll tape itu dan memesan kembali dengan taburan keju di atasnya. Tanpa pikir panjang, Firdausi pun membuatnya lagi dan menitipkan di beberapa warung di kota tinggal mereka, Jember, Jawa Timur.

Hanya 1 bulan berselang, 14 toko oleh-oleh di Jember terus memesan proll tape buatannya dengan merek “Purnama Jati” sesuai usaha wartel milik merek dulu. “Alhamdulillah banyak yang suka. Keterusan deh sampai sekarang menjadi pengusaha proll tape,” ungkap Firdausi.  

Awal membuat proll tape, Firdausi yang dibantu suaminya waktu itu hanya memproduksi sekitar 3-6 kotak per hari dan menghabiskan 5-10 kg terigu Segitiga Biru. Ia memilih Segitiga Biru karena mengikuti warisan resep neneknya. “Sejak dulu nenek saya memakai Segitiga Biru dari Bogasari untuk membuat proll tape. Kami tidak mau mengubah kualitas, jadi kami pertahankan sampai sekarang,” katanya.

Guna mencari tambahan, Purnomo Jati sempat merambah usaha mie ayam. Apalagi kala itu permintaan proll tape masih sedikit. Malam kita buat mie yang akan dijual siangnya. Untuk makan orang kantoran juga waktu itu. Tapi hanya jalan 1 tahun karena proll tape terus menjukkan peningkatan dan kami akhirnya fokus di situ saja,” tambahnya.

Purnomo Jati mulai mengikuti perkembangan tren usaha makanan. Akhirnya lahirlah brownies tape, pia tape, dodol tape, dan pia edamame. Proll tape bisa tahan 7-10 hari dengan pengawet berupa garam dan gula. Sedangkan rasa edamame hanya tahan sekitar 1 minggu.

Agar tak ketinggalan, wanita pengusaha berusia 63 tahun terus mengikuti perkembangan tren makanan berbasi terigu melalui Youtube dan Bogasari Baking Center (BBC) Jember. Jika tidak ada halangan, dalam waktu dekat Purnama Jati akan membuat strudel tape.

Saat ini dapur produksi Purnama Jati bisa menghasilkan 300 kotak proll tape per hari dengan jumlah karyawan 15 orang. Konsumsi tepung Bogasari juga meningkat menjadi 5-10 sak atau 125 sampai 250 kilogram per harinya. Sedangkan kebutuhan tape per hari antara 1-3 kuintal atau 3-9 ton per bulannya.

Produksi berlangsung setiap hari dari jam 7 pagi sampai sampai jam 4 sore. Kalau menjelang hari raya, produksinya bisa meningkat 3-4 kali lipat.   “Kalau outlet, Alhamdulillah sudah ada sejak 2015. Tapi kami lebih fokus pengiriman ke toko oleh-oleh di wilayah Jember saja. Setiap hari 2 karyawan mengirim sekaligus memantau penjualan di toko-toko tersebut,” lanjutnya.  

Ibu anak ini berharap anak-anaknya bisa bersatu meneruskan usahanya yang sudah hampir 20 tahun itu. “Kalau bersatu kan enak. Saat ini anak pertama pegang bagian kepegawaian, nomor 2 bagian resep, dan yang nomor 3 urus bagian keuangan. Satu anak saya masih  bekerja di salah satu BUMN, dan satu lagi anak saya sudah meninggal dunia,” harap wanita berkerudung dan sangat ramah ini.

Atas pretasi usahanya, Purnama Jati berhasil meraih The Best Achievement Bogasari SME Award 2017 untuk kategori Gold. Menurutnya apresiasi dari Bogasari ini sangat penting dan bemanfaat bagi perkembangan UKM. Ia bahkan jadi sering diminta pengisi acara di pertemuan Paguyuban Panter (Pengguna Terigu di Jember).  (EGI/REM/RAP)

Sumber: bogasari.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *