Penanganan Buah Pisang Yang Baik

Buah pisang memiliki potensi yang cukup baik untuk diperdagangkan baik di dalam maupun diluar negeri. Namun penanganan pasca panennya kurang mendapat perhatian sehingga harga jualnya cukup rendah. Beberapa ciri buah pisang yang memiliki kualitas rendah dicirikan dengan penampakan sbg berikut
1. Kematangan yang beragam
2. Penampilan buah tidak mulus
3. Masa segar yang pendek

Berikut adalah diagram alir penanganan pisang pascapanen buah pisang yang disarankan.

  1. Proses Pemanenan
    Petani biasanya menggunakan ciri fisik pada buah, meliputi bentuk buah, ukuran dan warna kulit buahnya.
    Pemotongan dilakukan diketinggian 1m dari batang, kemudian direbahkan agar buah pisang tidak terkena getah.
  2. Pengangkutan ke tempat pengemasan
    Pada perkebunan besar, pengangkutan dilakukan dengan menggantungkan tandan pisang ke kabel yang diinstalasi dari perkebunan hingga tempat pengemasan.
  3. Pemotongan Sisir dan Sortasi
    Untuk menjaga buah pisang dari kerusakan selama penirisan, maka buah pisang harus dikemas dalam bentuk sisir yang setelah dipisahkan dari tandannya segera dimasukkan kedalam bak berisi air yang ditambah dengan klorin yang berupa natrium hipoclorit 75 – 125 mm untuk membunuh spora fusarium dll.
  4. Penirisan
    Setelah dicuci buah harus ditiriskan agar tidak ditumbuhi cendawan atau jamur yang menyebabkan kerusakan buah pisang.
  5. Pengemasan
    Beberapa jenis pengemas yang cocok digunakan untuk mengemas pisang yaitu anyaman bambu, kotak karton dll. Pedagang besar biasanya menggunakan kemasan karton untuk pengiriman jarak jauh. Syarat pengemasan yang baik yaitu harus bisa melindungi isi kemasan, terhadap kerusakan selama pengangkutan.
  6. Pemeraman
    Pemeraman pada lingkungan suhu sejuk, dapat menghasilkan pisang matang dengan penampilan kulit buah kuning namun daging buah masih keras.

Penulis : Restiani SH
Editor Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *