Macam-macam Olahan Susu Yang Beredar di Pasaran

Susu UHT >< Susu Pasteurisasi >< Susu Kental Manis (SKM) >< Susu Bubuk

Susu merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan gizi cukup lengkap. Di Indonesia, kebiasaan minum susu masyarakatnya sangat rendah. Minum susu hanya dilakukan oleh masyarakat yang memiliki penghasilan lebih besar.

Susu Segar memiliki kandungan air sebesar 87,5%, hal ini menyebabkan susu segar mudah mengalami kerusakan. Apabila tidak segera disimpan dalam suhu rendah, akan menyebabkan kerusakan-kerusakan yang tidak diinginkan dalam pengolahan susu. Terdapat beberapa jenis olahan susu yang beredar dipasaran.

  1. Susu UHT adalah pengolahan dengan menggunakan suhu tinggi. Pengolahan dengan menggunakan teknologi Ultra High Temperature adalah pengolahan dengan menggunakan suhu tinggi pada suhu 135 – 140 derajat Celcius dalam waktu 2-4 detik saja. Diharapkan dengan tinggi nya suhu yang digunakan, semua bakteri patogen dalam susu bisa mati. Susu UHT biasanya dikemas dalam kemasan tetrapack dengan proses pengemasan aseptis. Setelah dibuka, susu UHT sebaiknya segera dihabiskan, untuk mencegah kerusakan
  2. Susu Pasteurisasi adalah susu yang diolah dengan menggunakan suhu tinggi, yaitu pada suhu 72 derajat Celcius selama 15 detik. Susu jenis ini tidak tahan lama, dalam lemari pendingin hanya mampu bertahan selama 1-2 minggu saja.
  3. Susu Kental Manis adalah salah satu jenis olahan susu yang memiliki tekstur lebih kental dari produk susu lainnya. Hal ini terjadi karena dalam proses pembuatannya terdapat proses penguapan untuk menurunkan kadar air dan penambahan gula. Susu jenis ini memiliki kandungan kalori lebih tinggi dan tidak cocok untuk dikonsumsi setiap hari. Hanya cocok dikonsumsi sebagai topping atau pelengkap saja.
  4. Susu bubuk adalah susu yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Proses pembuatannya dimulai dari susu segar yang diolah dalam proses pengeringan dengan menggunakan suhu 200 derajat Celcius. Tingginya suhu menyebabkan susu jenis ini harus di fortifikasi dengan zat gizi tertentu agar kandungan gizinya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Sumber : kulinologi.co.id Editor : admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *