Buah Kegigihan Mantan Pelaut

Kisah sukses usaha roti Cahaya Nikmah ini berawal di sekitar bulan April 2015. Saat Jamani Sukiban Kasman yang selama 16 tahun kerja sebagai pelaut. Ia sangat jarang bertemu keluarga karena lebih banyak berlayar. Saat giliran libur kerja, selama 2 minggu ia habiskan belajar membuat roti dari adiknya yang sengaja datang ke Samarinda dan menghadiahinya mixer dan oven dari di Banjarmasin.

Di minggu ke tiga, dia mulai menjual roti yang dititipkan ke warung-warung. Namun baru berjalan 1 minggu ia sudah harus kembali berlayar dan usaha dilanjutkan sang istri. Meski sedang berlayar, hati dan pikirannya selalu ke usaha rotinya. Begitu Kembali ke daratan, ia pun memutuskan berhenti menjadi pelaut dan fokus menjadi pengusaha roti. Tabungannya senilai  Rp 50 juta jadi modal awal. Hanya dibantu sang istri, dalam sehari Cahaya Nikmah langsung menghabiskan 2 sak atau 50 kg terigu Cakra Kembar untuk membuat sekitar 500 buah roti gulung.

Baru 3 minggu, Jamani sudah mampu membeli motor untuk menambah penjualan. Melihat kesuksesan Cahaya Nikmah, sekitar 2 bulan kemudian 3 orang tetangganya menawarkan diri jadi sales dengan area penjualan sekitar perkebunan dengan pertimbangan roti lebih praktis untuk sarapan atau ke kebun.

Tidak lekas berpuas diri,  Jamani pun kursus membuat aneka roti di Bogasari Baking Center (BBC) Samarinda. Menurutnya, belajar di BBC seperti belajar di bengkel. “Kalau ada masalah produksi, kita bisa bertanya langsung ke bakernya,” ujarnya seraya bersyukur karena sejak latihan di BBC usahanya makin berkembang karena ada inovasi produk.

Sampai saat ini, ada 6 varian roti yang diproduksi. Di antaranya ada roti tawar, roti gulung, roti pisang cokelat, pisang strawberry, pisang nanas, dan pisang srikaya. Semuanya dijual dengan harga Rp 5 ribu, kecuali roti tawar yang dijual Rp 10 ribu.  

Pada awal tahun 2020, usaha roti dengan merek “Cahaya Nikmah” miliknya di Samarinda sudah mampu menghabiskan minimal 240 sak atau 6 ton terigu Cakra Kembar per bulannya. Karyawan usaha roti milik pria yang hanya lulusan SMP ini sudah mencapai 20 orang. Saat ini ia juga memiliki 3 mobil dan 3 unit motor untuk memasarkan produknya kebeberapa wilayah di Kalimantan Timur sekitar seperti Kabupaten Barong tongkok, Kemela, Wahau, Sangatta, Bontang, Balikpapan, dan Tenggarong.

Pesatnya perkembangan usaha Cahaya Nikmah meski belum sampai 5 tahun, membuat para dewan juri Bogasari SME Award 2019 tertarik dan bangga. Usaha pria yang ramah dan sederhana ini pun ditetapkan sebagai Nominator Bogasari SME Award 2019 kategori Gold.

Jamani sungguh bersyukur. Selain mendapat penghargaan, ia juga pernah diberangkatkan Bogasari ke Tanah Suci Mekkah sebagai pemenang Gelegar Bogasari Mitra Card tahun 2017. Baginya kemitraan dengan Bogasari sangatlah bermanfaat. Karena itulah ia tularkan ide usaha roti kepada kakanya yang di Kabupaten Penajam, Kalimantan Timur. Alhasil sudah 4 dari mereka 7 bersaudara yang jadi pengusaha roti dan semuanya bermitra dengan Bogasari (EGI).

Sumber: Bogasari.com
Editor: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *