Apa Sih Asap Cair Itu? Yuk, Simak Faktanya

Asap adalah gas yang berwarna putih dan kadang agak kekuningan, namun yang satu ini berbeda. Meskipun memiliki bau pembakaran arang yang khas layaknya asap yang berbentuk gas, asap cair memiliki bentuk cairan. Asap cair juga dapat digunakan sebagai pengawetan makanan. Makanan-makanan yang diasap akan memiliki tingkat keawetan yang lebih lama dibandingkan makanan segar.

Proses pembuatan asap cair (dok. 8villages)

Selain itu, masih banyak fakta-fakta yang perlu kalian ketahui tentang asap cair. Yuk, simak ulasan fakta-faktanya berikut ini:
1. Bahan sama dengan asap biasa
Asap cair, terbuat dari berbagai macam kayu keras, bonggol kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam, ampas, dan serbuk gergaji. Umumnya bahan yang banyak digunakan adalah tempurung kelapa karena memiliki aroma yang paling menarik dan paling khas.
2. Teknologi pirolisis
Merupakan teknologi yang digunakan untuk membuat asap cair. Pirolisis adalah proses pembakaran suatu bahan tanpa menggunakan oksigen yang kemudian diembunkan. Prinsipnya seperti pembakaran yang tidak sempurna.
3. Memiliki 3 jenis kualitas
Asap cair yang diproduksi akan menghasilkan 3 kualitas yang berbeda.
a). Kualitas 1 memiliki penampakan yang bening kekuningan, aroma netral, rasa sedikit asam. Umumnya digunakan untuk mengawetkan makanan yang siap santap, seperti bakso, mie, sosis, tahu, bumbu barbeque dan masih banyak lagi.
b). Asap cair kualitas 2 memiliki penampakan yang gelap dan kental. digunakan sebagai pengawet makanan segar untuk pengganti formalin, misalnya untuk mengawetkan ikan segar dan daging. Memiliki penampakan kecoklatan namun masih transparan, memiliki sedikit aroma asap dan asam, memberikan rasa asap pada makanan yang diawetkan.
c). Asap cair kualitas 3 memiliki penampakan yang gelap dan kental. Hal ini dikarenakan adanya kandungan tar yang dapat memicu kanker sehingga tidak digunakan untuk mengawetkan bahan pangan. Asap cair ini digunakan untuk mengawetkan kayu agar tidak terkena rayap dan untuk penghilang bau pada pengolahan karet.
4. Meningkatkan kualitas tanah dan menetralisir asam pada tanah
5. Mempercepat pertumbuhan akar, batang, umbi, daun, bunga dan buah.

Penulis : Siti Tsaniyatul M
Editor : Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *